31 Mar 2013

Benarkah Racun Sengatan Lebah Bisa Menyembuhkan HIV..?

Sengatan Lebah bisa sebagai Obat HIV
Salah satu hal yang menyebabkan virus HIV sangat sulit dihancurkan adalah karena ukurannya yang begitu kecil. Bahkan lebih kecil daripada sel darah. Maka dari itu virus tersebut begitu cepat menyerang sel darah putih tanpa bisa dihentikan.

Namun para peneliti tentunya tidak menyerah untuk menemukan cara agar bisa menghancurkan virus HIV. Salah satunya adalah dengan lebah.
Penelitian dari Washington University School of Medicine dan dikepalai oleh Joshua L Hood sudah membuktikan kalau virus HIV akhirnya bisa dibunuh dengan racun dari sengatan lebah.
Secara detail, di dalam racun sengatan lebah ada senyawa berupa peptida beracun yang disebut dengan melittin. Senyawa itulah yang menyerang dan membunuh virus HIV.
Sayangnya, menyerang virus HIV tidak semudah yang dibayangkan. Karena ukuran yang kecil dan gerakan yang cepat, ada pelindung pada virus HIV yang membuatnya susah mati.
Namun dengan teknologi nanopartikel, peneliti berhasil mengirim melittin ke tubuh virus HIV secara langsung. Selain itu, serangan melittin pada virus HIV tidak akan membahayakan sel-sel sehat di sekitarnya.
"Kami membentuk melittin seperti pori-pori yang sangat kecil yang menyerang pelindung virus, mengupasnya dan akhirnya membunuh sepenuhnya," papar Hood, seperti yang dikutip dari The Week.
Meskipun penelitian ini baru dilakukan di dalam laboratorium dan belum diujicobakan pada makhluk hidup, Hood menganggapnya sebagai salah satu penemuan besar yang diharapkan bisa bermanfaat di dunia medis.
Hasil penelitian pun dilaporkan dalam jurnal Antiviral Therapy.

Mengobati Kanker

Sengatan lebah dikabarkan mampu sel membunuh tumor. Racun ini dibentuk hingga berukuran nano yang disebut nanobee.
Beberapa peneliti dari Universitas Washington, AS, sedang menjajaki untuk mengubah racun lebah menjadi obat yang berguna. Racun lebah ini dikabarkan dapat membunuh sel tumor. Racun ini dibentuk hingga berukuran nano yang disebut nanobee.
Seperti dilansir dari Sciencedaily, nanobee bekerja dengan memberikan racun yang dinamakan melittin. Melittin mampu memerangi tumor namun tetap melindungi lapisan lainya dari kerusakan.
Kemampuan nelittin ini yang diklaim bepotensi untuk menjadi obat tumor yang baik. Penemuan para peneliti dimuat dalam Journal of Clinical Investigation.
Sebelumnya, uji coba ini diterapkan pada tikus. Pengujian pada hewan pengerat ini memberi berita menggembirakan. Peneliti menguji pada dua jenis tikus. Pada tikus pertama ditanam sel kanker payudara, sedangkan tikus lainnya ditanami sel kanker melanoma.
Setelah diberi nanobee yang mengandung melittin, laju pertumbuhan sel kanker payudara menyusut hingga 25%, sedangkan ukuran sel kanker melanoma menyusut hingga 88%.
Satu kehebatan, nanobee tidak merusak sel darah merah dan sel sehat lainnya meski diberi dalam konsentrasi tinggi. Secara umum, hasil penelitian menyimpulkan nanobee tidak hanya mengurangi pertumbuhan tumor namun juga dapat mencegah kanker<Washington>

<sip>****************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Coretannya yang ditunggu untuk kebaikan bersama....