PRAHA - Sekelompok peneliti dari Warsaw University of Technology mengklaim mesin pencari seperti Google atau Yahoo berpeluang menjadi cara baru para agen mata-mata berkomunikasi satu sama lain.

Wajciech Mazurczyk, yang fokus mempelajari steganography atau seni menyembunyikan pesan dari publik, bersama timnya menemukan cara baru berkomunikasi yang bisa diterapkan oleh para agen mata-mata atau bahkan teroris. Cara ini memungkinkan agen mata-mata berkomunikasi satu sama lain di hadapan publik tanpa mencuatkan kecurigaan sedikitpun.

Menurut Mazurczyk, agen mata-mata bisa memanfaatkan fitur prediksi pada setiap mesin pencari. Dia memberikan contoh Google Suggest yang akan menampilkan 10 usulan kata, berdasarkan pencarian terpopuler, setiap kali pengguna mengetikkan kata. Usulan kata itu akan berubah setiap kali pengguna menambahkan huruf baru.

Beberapa opsi yang ditampilkan Google terkadang sedikit aneh. Namun hal ini menjadi kunci bagi Mazurcyk dan timnya menambahkan usulan kata baru untuk mengkodekan pesan-pesan rahasia.

Untuk melakukannya, mereka harus menanamkan sebuah malware bernama StegSuggest yang akan memotong daftar usulan Google dengan komputer yang terinfeksi sekaligus menambah kata baru pada setiap 10 usulan. Kata-kata tambahan dipastikan sering digunakan oleh masyarakat umum sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Demikian penjelasan Mazurczyk pada sebuah konferensi keamanan internet di Praha yang dikutip Yahoo News, Minggu (19/6/2011) yang lalu.

Nantinya, rekan mata-mata itu bakal melakukan pencarian secara acak dan mencatat tambahan kata usulan dalam setiap pencarian. Kata-kata tambahan itu akan dicocokkan pada 'buku kode' yang memiliki daftar seluruh tambahan usulan kata, di mana masing-masing kata memiliki bilangan biner 10 bit.

Nomor tersebut nantinya dirangkai menjadi satu menjadi kesatuan utuh dan diterjemahkan menjadi kalimat yang mengungkapkan isi pesan rahasia tersebut dengan menggunakan program berbeda di komputer agen masing-masing.

http://news.id.msn.com/